Berita Unik - Ponsel pintar memudahkan orang untuk mengirim pesan dengan jumlah yang banyak sekaligus. Lewat berbagai fitur aplikasi perpesanan yang dapat diinstal di pintar itu. Namun, kemudahan ini kadang kala digunakan orang untuk menyebar informasi hoax, promosi gatis, dan lain sebagainya.
Ponsel pintar memudahkan orang untuk mengirim pesan dengan jumlah yang banyak sekaligus. Lewat berbagai fitur aplikasi perpesanan yang dapat diinstal di pintar itu. Namun, kemudahan ini kadang kala digunakan orang untuk menyebar informasi hoax, promosi gatis, dan lain sebagainya.
Tak berhenti di situ, Radit juga memerikan contoh-contoh orang yang telah ia bunuh karena tidak menyebarkan broadcast. Korban pertama bernama Gisel yang cuma mengirim ke dua kontak.
"Malemnya aku datang, dan memotong-motong jari Gisel dengan serpihan kaca yang menancap di kepalaku," tulisnya.
Hal yang sama juga diceritakan terjadi pada korban bernama Rendi yang mengirim broadcast hanya kesepuluh kontak. Jari kakinya digigit sampai putus.
Pengirim juga mengirimkan contoh orang yang mau mengirim broadcast ke seluruh kontaknya. "Namanya Karla, aku datang kepadanya dan membawakan liontin sebagai hadiah," tulisnya.
Radit mengirim broadcast ini dengan tujuan biar sampai ke pelaku pengeboman. Dilengkapi dengan tanda tagar bahkan sumpah demi Tuhan bahwa broadcast itu adalah sebuah kebenaran,
Tentu saja, broadcast itu juga diunggah ke media sosial Facebook. Beberapa netizen menganggap cerita dalam broadcast itu cukup mengerikan. Sebagian mengangap broadcast seperti itu sangat kampungan. Kendati demikian, tak jarang netizen yang mengaku ketakutan dan menyebarkan broadcast tersebut.
Kamu bagaimana? Apakah percaya? Itu semua kembali lagi kepada diri kalian masing-masing
Sabtu, 20 Mei 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar